Rumah Peradaban & Kahar Mudzakkir Center
Sebuah strategi warisan ganda: Mengabadikan memori historis sekaligus mengaktivasi pemikiran untuk tantangan global.
Strategi Warisan Ganda
YBW UII meluncurkan dua institusi yang saling melengkapi: satu untuk mensakralkan masa lalu (Tugu), dan satu lagi untuk menggerakkan masa depan (Mesin).
Rumah Peradaban: Tugu Konservasi
Berlokasi di Purbayan, Kotagede, rumah tempat Prof. Kahar lahir dan wafat ini direstorasi secara cermat untuk mengabadikan memori. Ini adalah jangkar fisik, emosional, dan historis.
Dirancang sebagai ruang sejarah, seni, kebudayaan, dan pemasyarakatan nilai-nilai luhur, sekaligus wadah lahirnya gagasan baru.
"Sebagian tembok... masih dijaga keasliannya, tidak diapa-apakan bahkan tidak dicat masih ada lumutnya agar memori menjadi lengkap."
Kahar Mudzakkir Center: Mesin Aktivasi
Sebuah *think tank* dinamis untuk merelevansikan pemikiran Prof. Kahar. Fokusnya adalah filantropi Islam inovatif untuk menjawab tantangan global seperti ketimpangan sosial dan krisis kemanusiaan.
- Pusat unggulan untuk pengabdian masyarakat.
- Menghidupkan semangat YBW UII sebagai rumah terbuka bagi semua.
- Menghubungkan kepedulian lokal dengan peluang global.
Sorotan Acara Peresmian
Diluncurkan bertepatan dengan Milad YBW UII, acara ini dihadiri oleh para tokoh nasional dan daerah untuk merayakan warisan sang pahlawan.
Orasi Ilmiah Keynote Speaker
“
Manusia hidup dengan daya cipta, rasa dan karsa yang kemudian membentuk kebudayaan. Kebudayaan yang diorganisir dengan baik, itulah peradaban.
Tokoh yang Hadir
-
Prof. Dr. Mahfud MD
Pembina YBW UII & Keynote Speaker
-
Drs. Yunianto Dwisutono
Mewakili Walikota Yogyakarta
-
Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si.
Ketua Umum YBW UII
-
Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.
Rektor Universitas Islam Indonesia
Galeri: Merawat Memori di Kotagede
Warisan Kesederhanaan
Warisan Prof. Kahar bukan hanya pada gagasan besarnya, tetapi pada karakternya. Sebagai Rektor Magnificus UII, ia hidup sederhana—bahkan disebut "melarat"—dan memilih menggunakan andong (kereta kuda) sebagai transportasi hariannya.
Andong yang kini tersimpan di Museum UII dan "Rumah Peradaban" tempat ia wafat adalah simbol yang saling terhubung. Keduanya adalah metafora "Dakwah bil-Hal" (dakwah melalui perbuatan), yang mengajarkan bahwa status tinggi tidak boleh tercerabut dari kerendahan hati dan kesederhanaan.
Dari Perjuangan Bersenjata Hingga Warisan Abadi
Menjadi peserta termuda dan Sekretaris Kongres Islam se-Dunia di Yerusalem (Baitul Maqdis).
Menjadi anggota Panitia Sembilan dan salah satu penandatangan Piagam Jakarta.
Mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI), cikal bakal UII, dan menjabat Rektor Pertama selama 12+ tahun.
Turut angkat senjata memimpin perang sabil di Bantul Selatan selama Agresi Militer Belanda II.
Wafat di rumah kelahirannya di Kotagede, yang kini menjadi "Rumah Peradaban".
Dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI setelah perjuangan pengusulan yang panjang.
YBW UII meresmikan "Rumah Peradaban" & "Center", bertepatan dengan Milad YBW UII.
Warisan yang Hidup untuk Masa Depan
"Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir Center" akan menerjemahkan sintesis unik dari patriotisme, spiritualitas, dan wawasan global beliau untuk menjawab tantangan kontemporer, mulai dari krisis kemanusiaan hingga pembangunan berkelanjutan.
Pelajari Profil Lengkap Beliau