Profil Prof. KH Abdul Kahar Mudzakkir
Profil Pahlawan Nasional

Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir

Negarawan Perumus Pancasila, Diplomat Global, dan Arsitek Pendidikan Islam Modern.

#PahlawanNasional #PendiriUII #PerumusPancasila
Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir

Tentang Beliau

Lahir di Kotagede, Yogyakarta, pada 16 April 1907, Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir adalah cicit dari salah satu laskar Pangeran Diponegoro. Beliau menempuh pendidikan di Mekkah dan Kulliyah Darul Ulum, Universitas Kairo, Kairo, Mesir, tempat ia menjadi aktivis anti-kolonialisme yang vokal, bahkan menjabat sebagai Sekretaris Asisten Mufti Palestina.

Sekembalinya ke Indonesia, ia menjadi tokoh sentral dalam perumusan dasar negara sebagai anggota Panitia Sembilan BPUPKI. Secara bersamaan, ia mendirikan Sekolah Tinggi Islam (cikal bakal UII) dan menjabat sebagai Rektor pertamanya selama 15 tahun. Atas jasanya dalam meletakkan pondasi bernegara sekaligus memajukan pendidikan, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2019.

🌍

Diplomat Global

Menyuarakan kemerdekaan Indonesia dan Palestina di Timur Tengah.

🏛️

Negarawan Perumus Pancasila

Anggota Panitia Sembilan, berperan dalam kompromi "Ketuhanan Yang Maha Esa".

🎓

Arsitek Pendidikan

Pendiri dan Rektor pertama UII, serta pelopor pendidikan tinggi Muhammadiyah.

Jejak Langkah

👶
1907 - Kelahiran

Lahir di Kotagede, Yogyakarta, dari keluarga pedagang dan keturunan pejuang Perang Jawa.

✈️
1925 - Rihlah Ilmiah ke Kairo

Melanjutkan studi ke Kairo, Mesir. Awalnya mendaftar di Universitas Al-Azhar.

⭐
1930 - Pilihan Reformis & Diplomat

Pindah ke Universitas Darul Ulum yang modernis. Di tahun yang sama (usia 23), menjabat Sekretaris Asisten Mufti Palestina, Sayid Amin al-Husaini.

🏠
1938 - Kembali ke Tanah Air

Pulang ke Indonesia dan langsung diamanahi sebagai Direktur Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.

🇮🇩
1945 - Tahun Penuh Peran

Menjadi anggota BPUPKI & Panitia Sembilan (merumuskan Piagam Jakarta) sekaligus mengetuai Panitia Pendirian Sekolah Tinggi Islam (STI) yang dibuka 8 Juli.

👨‍🏫
1945 - 1960: Sang Rektor

Menjabat sebagai Rektor Pertama Sekolah Tinggi Islam (STI) yang kemudian menjadi Universitas Islam Indonesia (UII) selama 15 tahun.

⚖️
1960 - 1973: Pengabdian Penuh

Setelah selesai menjabat Rektor, beliau tetap mengabdi sebagai Dekan Fakultas Hukum UII hingga akhir hayatnya.

🎖️
2019 - Pahlawan Nasional

Pemerintah RI menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya bagi bangsa.

Visi & Pemikiran Utama

Pendidikan yang Memerdekakan

Visi beliau berpusat pada pendidikan sebagai alat untuk membebaskan umat dari keterbelakangan dan penjajahan. Ia mengintegrasikan ilmu agama yang kokoh dengan ilmu modern yang aplikatif.

Gagasan Progresif Pendidikan Wanita

Dalam naskahnya "Rencana Perguruan Tinggi Wanita", beliau menegaskan:

  • Tugas wajib belajar setara bagi pria dan wanita.
  • Kebutuhan mendesak akan tenaga ahli wanita Islam profesional: dokter, pengacara, dosen, bahkan "isteri diplomat".

Apa Kata Mereka

H.M. Rasjidi
“

"Di Kairo, ia menjadi lambang atau personifikasi Indonesia di Timur Tengah."

H.M. Rasjidi
Menteri Agama RI Pertama